Ketika kita membaca tulisan, menonton video, dan segala kesaksian seseorang dalam perjalanannya membangun sebuah bisnis, perjalanan menjadi hal yang tampak curam namun mudah dilalui. Kita malahan umumnya lantas semangat dan mulai mengumpulkan pandangan-pandangan baru untuk membuka sebuah usaha. Tapi, seringkali patah semangat dan gagal di tengah jalan, sehingga menjadi syok dalam berbisnis. Oleh karena itu, agar tidak sekedar melihat kulit luar dari membuka sebuah bisnis, coba yuk pelajari fakta-fakta yang sudah dijalani oleh para Master Coach Indonesia ini sebelum membuka bisnis.

  1. Adakalanya, ide baru pertamamu dapat gagal

Pahami dengan baik bahwa ide baru bisnismu, secemerlang apapun rancanganmu, itu tidak akan sukses 100 persen. Dapat saja gagal. Jadi, ketika baru mengawali sebuah usaha dan mengimplementasikan idemu, namun gagal, jangan minder dan menyerah. Cari lagi pandangan-pandangan baru lainnya yang dapat kamu terapkan atau perbaiki jadi lebih total lagi.

  1. Bisnismu membutuhkan kerja keras dan perjuangan lebih dari yang kamu bayangkan

Jangan menganggap kita masih muda dan punya modal berlebih, lalu membuat bisnis kita langsung sukses begitu saja, tanpa ada perjuangan di baliknya. Kita sepatutnya mendedikasikan waktu, energi, dan pikiran dalam bisnis adalah hal yang wajar.

  1. Kamu akan mengorbankan banyak hal untuk menyukseskan bisnismu

Bisa jadi waktu bersantai kita berkurang drastis, atau mungkin tidak ada waktu ketika awal mula membuka bisnis. Selain itu, kita juga sepatutnya mengalah dan tegas dengan diri sendiri untuk mengurangi waktu bermain, berkumpul bersama sahabat, demi mengelola dan konsentrasi memaksimalkan bisnismu.

  1. Apabila ingin sukses, berani saja tidak cukup. Kamu juga harus punya potensi dan skill

Hindari ikut-ikutan popularitas. Misalnya, sedang musim bisnis bunga. Apabila kita tidak punya skill memasarkan bunga, tidak tahu siapa supplier terbaik dan termurah, maka jangan ikut-ikutan menjalankan bisnis bunga, meskipun berani mengambil risikonya. Pasalnya, potensi yang kita miliki itu setara dan mendorong bisnis.

  1. Kita sendirilah yang sepatutnya menjadi pencoba pertama dalam bisnis kita

Apabila kamu saja tidak ingin mencoba produk/jasa yang kamu tawarkan, apalagi orang lain? Tentu saja, pelanggan pertama dari bisnismu hal yang demikian yaitu dirimu sendiri. Ingat, kamu sepatutnya objektif dan mengevaluasi dari sisi pelanggan, ya!

  1. Sepatutnya mandiri dan memprioritaskan kepentingan bisnis

Dalam membuka sebuah usaha, apalagi bila memulainya sendirian, kita sepatutnya untuk mandiri. Orang tua, kerabat terdekat, mungkin dapat memberikan pengarahan serta usul. Tetapi untuk segala keputusan utamanya ada tangan kita. Jadi, kita sepatutnya mempunyai mental dan semangat baja, ya!

  1. Mau belajar untuk berkata tidak dan selektif dalam bertindak

Jangan hanya karena berteman, kita menjadikan orang itu sebagai salah satu supplier, apalagi bila harganya lebih mahal atau kualitasnya tidak terlalu bagus. Kita harus jago-jago dalam mengambil langkah dalam berbisnis. Tiap-tiap penawaran yang masuk, baik itu dari sahabat atau yang lainnya, wajib kita nilai dengan adil.

  1. Adakalanya, kita akan kehilangan sahabat-sahabat kita

Imbasnya, ketika kita menolak sahabat untuk menjadi supplier, tidak menutup kemungkinan ia akan geram dan tidak enak hati. Tak masalah, artinya memang orang tersebut masih belum dapat membedakan mana kepentingan bisnis, mana kepentingan sahabat. Berpikirlah dengan kepala dingin dan konsisten optimis.

  1. Tidak semua orang pantas dan dapat menjadi pelanggan bisnismu

Misalnya kita membuka sebuah coffee shop. Tentu saja para pelanggan terdiri dari orang-orang yang umum mencari tempat meeting, suasana baru, para pecinta kopi, orang yang ingin sendiri, dan lain sebagainya. Merekalah sasaran market kita. Padahal, mereka yang telah berumur dan lebih senang menyantap makanan rumah bukanlah pelanggan kita. Jadi, selayaknya dapat menentukan dengan tepat siapa sebenarnya sasaran market sebelum membuka bisnis.

  1. Harus mencintai bisnis apa saja yang kita buat

Waktu kita akan tersita habis untuk mengelola bisnis hal yang wajar. Jadi jangan sampai merasa terbebani. Kita harus dapat menikmati waktu dan bisnis yang kita jalankan. Apabila merasa terbebani, bisnismu malah tidak akan bisa maju.

Apabila selama ini kamu melihat bisnis dari permukaannya saja, maka sekarang inilah saatnya untuk menggali apa sebenarnya di baliknya. Apabila memang telah siap mental dengan 10 fakta ini, segeralah membuka bisnismu!

Author

Penulis aktif namun masih seperti daun yang hijau, masih butuh belajar dan belajar, berharap bisa memberikan inspirasi kepada semua pembaca blog ini. Salam sukses selalu. Keep share and spirit..