Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan. Tahukah Anda bahwa Mie instan di Indonesia mengalami peningkatan demand pasar 970 juta kemasan dalam 4 tahun terakhir? Angka yang fantastis bukan. Indonesia sendiri berada pada peringkat kedua dalam hal permintaan pasar mie instan setelah Cina. Produk mie instan pertama kali muncul di Jepang sekitar tahun 1958 yaitu “Chicken Ramen” dan 13 tahun setelah itu, Momofuku Ando, pria yang sama yang membuat “Chicken Ramen”, mengemas mie instan pertamakalinya dalam bentuk cangkir (cup). Ide beliau pada saat itu merevolusi budaya kuliner yang ada. Hasil ide beliau akhirnya bertumbuh dan berkembang menjadi industri yang menyuplai mie instan ini ke seluruh dunia. Bahkan seperti yang dilansir dalam New York Times pada edisi 9 Januari 2007 silam, Momofuku Ando disebut “Mr Noodles” atau Bapak Mie atas prestasinya selama ini dalam mengembangkan produk mie.

Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan
Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan

Di Indonesia, produk mie instan banyak sekali dijumpai bahkan di warung-warung pinggir jalan. Berbagai merek produk mie instan dengan cita rasa unik dan khas meramaikan pasaran. Sebut saja Mie instan yang menyandang cita rasa Soto dimana soto sendiri merupakan masakan khas asli Indonesia yang tak asing lagi dengan lidah masyarakat kita. Mie instan di Indonesia dikonsumsi orang dengan semua usia, anak-anak, muda, tua semua gemar ‘nge-mie’. Kemudahan penyajian dan waktu penyajian yang relatif cepat dan mudah menjadi salah satu alasan mengapa mie instan ini menjadi salah satu makanan favorit. Cukup 10 – 20 menit saja kita dapat mudah membuat mie instan ini.

Well, enak belum tentu sehat. Apakah konsumsi mie instan ini baik dan tidak berpengaruh pada kesehatan. Sebuah studi baru dari The Journal of Nutrition tentang bahaya mie instan bagi kesehatan, menunjukkan bahwa konsumsi mie instan dapat meningkatkan risiko kondisi menakutkan yang disebut sindrom kardiometabolik, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes, atau stroke dengan smart detox.

Ketika seseorang mengkonsumsi mie instan, mie instan dalam perut kita ternyata sulit sekali dicerna oleh sistem pencernaan bahkan setelah hitungan jam. Kondisi ini memaksa sistem pencernaan bekerja lebih keras untuk mencerna mie instan. Ketika makanan masih dalam saluran pencernaan dalam waktu yang lama, maka makanan tadi akan diserap nutrisinya. Akan tetapi dalam kasus mie instan, penyerapan nutrisi ini tidak banyak yang bisa didapat, justru yang diserap adalah zat aditif termasuk toksin dalam bahan pengawet mie instan seperti Tertiary-Butyl Hydroquinone (TBHQ). Ini sangat berbahaya bagi kesehatan. 5 gram TBHQ ini dapat membunuh, bahkan menurut Consumer’s Dictionary of Food Additives, 1 gram saja TBHQ dapat menyebabkan antara lain, mual dan muntah-muntah, sesak nafas, telinga berdengung, dan mengigau.

Peneliti mengemukakan wanita yang mengkonsumsi mie instan setidaknya 2 kali dalam satu minggu 68% beresiko mengalami gangguan metabolik. Konsumsi mie instan dapat juga meningkatkan berat badan seseorang, tekanan darah tinggi, kadar gula darah meninggi, dan kadar kolesterol  tinggi, kondisi ini dapat memicu resiko penyakit jantung dan diabetes.

Mie instan bukanlah solusi tepat untuk diet sehat. Satu atau dua kali konsumsi mie instan dalam sebulan bukan masalah, namun konsumsi mie instan beberapa kali dalam satu minggu dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh kita.

Bilamana Anda memang sangat suka Mie, baiknya Anda membuat sendiri. Bahan adonan yang digunakan tentu disesuaikan, pemilihan bahan adonan berserat lebih baik digunakan agar mie buatan kita mudah dicerna oleh tubuh. Dengan memahami bahaya mie instan bagi kesehatan di jual smart detox tentunya dapat Anda jadikan acuan untuk hidup lebih sehat.

Author

Penulis aktif namun masih seperti daun yang hijau, masih butuh belajar dan belajar, berharap bisa memberikan inspirasi kepada semua pembaca blog ini. Salam sukses selalu. Keep share and spirit..