Panel surya adalah perangkat yang sanggup membuat perubahan kekuatan cahaya menjadi arus listrik. Solar cell sanggup disebut sebagai pemeran utama untuk memaksimalkan potensi kekuatan cahaya matahari yang hingga ke bumi, meskipun tidak cuman dipergunakan untuk menghasilkan listrik, kekuatan berasal dari matahari termasuk sanggup dimaksimalkan kekuatan panasnya lewat sistem solar thermal.

Banyak berasal dari kita yang mengetahui bahwa panel surya adalah alat untuk membuat perubahan cahaya matahari menjadi listrik. Lantas, apakah tersedia yang mengetahui bagaimana langkah kerja panel surya tersebut? Berikut ini adalah {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} langkah kerja panel surya, antara lain:

Hal yang Terjadi terhadap Panel Surya
Jadi, panel surya sanggup memproses kekuatan sepanjang puncak penyinaran, tidak cukup lebih kurang lebih 5 jam per harinya bersama variasi kurang lebih 30%, variasi ini terpengaruh oleh lokasi, iklim, dan lain sebagainya.

Produksi berasal dari panel surya yang terbesar di Indonesia berada di NTT, NTB, dan {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} Papua. Sementara memproses yang terkecil berada di Jakarta dan sekitarnya.

Energi Listrik berasal dari Panel Surya
Energi listrik yang diproduksi oleh panel surya biasanya akan digunakan untuk keperluan listrik dan tersedia yang disimpan khususnya dahulu bersama baterai.

Cara kerja sistem panel surya ini tetap sanggup berlangsung meski situasi sore, malam hari maupun hujan sama sekali sebab menggunakan pemberian baterai tersebut.

Cara Kerja Panel Surya Sederhana

Panel surya terdiri berasal dari kumpulan sel-sel surya. Setiap sel surya terdiri berasal dari dua susunan silikon yang saling menempel, yakni susunan silikon tipe-n dan susunan silikon tipe-p.

Lapisan silikon tipe-n dan tipe-p terbentuk berasal dari susunan silikon murni yang disebut semikonduktor intrinsik. Semikonduktor ini terdiri berasal dari ikatan atom di mana terkandung elektron sebagai penyusun dasar. Dalam semikonduktor tipe-n, terkandung muatan negatif yang berlebih, sedang dalam semikonduktor tipe-p, terkandung muatan positif yang berlebih di dalam struktur atomnya.

Cara kerja panel surya diwakili oleh susunan silikon tipe-n dan tipe-p yang digunakan untuk membentuk suatu medan listrik supaya elektron sanggup diolah untuk menghasilkan listrik. Saat semikonduktor tipe-p dan tipe-n terhubung, maka kelebihan elektron akan bergerak berasal dari semikonduktor tipe-n ke tipe-p, berasal dari hal tersebut maka akan membentuk kutub positif terhadap semikonduktor tipe-n, dan sebaliknya akan berlangsung kutub negatif terhadap semikonduktor tipe-p.

Akibat berasal dari aliran elektron dan hole ini, terbentuklah medan listrik di mana kala cahaya matahari berkenaan susunan susunan silikon tipe-n dan tipe-p, maka akan mendorong elektron bergerak berasal dari semikonduktor menuju kontak negatif, yang sesudah itu dimanfaatkan sebagai listrik, dan sebaliknya hole bergerak menuju kontak positif menanti elektron datang.

Secara mudahnya, langkah kerja panel surya ini antara lain :

1. Cara kerja panel surya yang pertama adalah panel surya sanggup menghasilkan listrik bersama menggunakan sistem fotovoltaik. Fotovoltaik adalah fenomena yang membuat perubahan kekuatan matahari menjadi arus listrik.

2. Listrik yang dihasilkan oleh sistem panel surya sanggup digunakan secara langsung. Misalnya lampu, pompa, radio, dan lain sebagainya.

3. Listrik yang dihasilkan oleh sistem panel surya termasuk sanggup digunakan untuk peralatan rumah tangga, seperti lemari pendingin, air conditioner, televisi, dan lainnya bersama menggunakan inverter atau sistem VAC (google.co.id). Cukup enteng bukan langkah kerja panel surya ini?

4. Cara kerja panel surya yang terakhir adalah kita sanggup menggunakan panel surya sepanjang 24 jam bersama pemberian pemakaian baterai.

Itulah {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} langkah kerja panel surya yang harus Anda ketahui. Cukup rumit untuk memahaminya, tetapi meskipun rumit belum tentu Anda tidak sanggup melakukannya.

Ada pun Berbagai Jenis Jenis Sel Surya Antara lain
Jenis-jenis sel surya digolongkan berdasarkan teknologi pembuatannya. Secara garis besar sel surya dibagi dalam tiga jenis, yaitu:

Monocrystalline
Jenis ini terbuat berasal dari batangan kristal silikon murni dan memiliki tidak tipis yang terlampau tipis. Kepingan sel surya yang persis satu serupa lain dan memiliki kinerja tinggi.Sel ini surya yang paling efektif dibandingkan model sel surya lainnya, kurang lebih 15% – 20%.

Polycrystalline
Jenis ini terbuat berasal dari {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} batang kristal silikon yang dilebur / dicairkan lantas dituangkan dalam cetakan yang berbentuk persegi. Kemurnian kristal silikonnya tidak semurni terhadap sel surya monocrystalline, {karenanya|sebab itu|karena itu|maka berasal dari itu} sel surya yang dihasilkan tidak persis satu serupa lain dan efisiensinya lebih rendah, kurang lebih 13% – 16% .

Thin Film Solar Cell (TFSC)
Jenis sel surya ini diproduksi bersama langkah menambahkan satu atau {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} susunan material sel surya yang tipis ke dalam susunan dasar. Sel surya model ini terlampau tipis {karenanya|sebab itu|karena itu|maka berasal dari itu} terlampau enteng dan fleksibel.
Jenis ini dikenal termasuk bersama nama TFPV (Thin Film Photovoltaic).
Berdasarkan materialnya, sel surya thin film ini digolongkan menjadi:

Amorphous Silicon (a-Si) Solar Cells.
Sel surya bersama bahan Amorphous Silicon ini, mulanya banyak diterapkan terhadap kalkulator dan jam tangan. Namun bersamaan bersama perkembangan teknologi pembuatannya penerapannya menjadi makin luas. Dengan tehnik memproses yang disebut “stacking” (susun lapis), di mana {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} lapis Amorphous Silicon ditumpuk membentuk sel surya, akan menambahkan efisiensi yang lebih baik antara 6% – 8%.

Cadmium Telluride (CdTe) Solar Cells.
Sel surya model ini memiliki kandungan bahan Cadmium Telluride yang memiliki efisiensi lebih tinggi berasal dari sel surya Amorphous Silicon, yakni sekitar: 9% – 11%.

Copper Indium Gallium Selenide (CIGS) Solar Cells.
Dibandingkan ke dua model sel surya thin film di atas, CIGS sel surya memiliki efisiensi paling tinggi yakni kurang lebih 10% – 12%. Selalin itu model ini tidak memiliki kandungan bahan berbahaya Cadmium seperti terhadap sel surya CdTe.

ini saja yang bisa kami sampaikan pada artikel Sel Surya kali ini
kalian juga bisa melihat tentang PJU Solar Sell

Author

Penulis aktif namun masih seperti daun yang hijau, masih butuh belajar dan belajar, berharap bisa memberikan inspirasi kepada semua pembaca blog ini. Salam sukses selalu. Keep share and spirit..